PROGRAM WARRED KEEMPAT
Januari dan Februari 2013 kami isi dengan kegiatan
yang bekerjasama dengan AIESEC UI dalam proyek WARRED (World
Leader Contribution for Education). Program ini dibuka pada hari Minggu, 20
Januari 2013 dan ditutup pada hari Minggu, 24 Februari 2013. Terdapat 6 peserta
exchange participant (EP) yang berasal dari 4 negara, yaitu
Cina, Taiwan, Mesir, dan Hungaria.
Selama satu setengah bulan tersebut para EP di tempatkan di 6 titik area. Mereka mengajar Bahasa Inggris dan
budaya untuk anak-anak tingkat SD. Kelas-kelas ini dilakukan pada hari Senin
sampai Jumat, jam 15.00 – 17.00 WIB. Selain itu terdapat kegiatan kolektif
(menggabungkan semua kelas dari 6 titik) seperti hari budaya dan kegiatan luar
ruangan. Pada tanggal 24 Februari 2013 program tersebut ditutup dengan berbagi
pengalaman selama proses belajar mengajar dan pemberian penghargaan.
Program WARRED kali ini merupakan
kerjasama kami dengan AIESEC UI yang ke-4. Beberapa pembelajaran telah kami
peroleh. Harapan kami kegiatan ini nantinya akan menjangkau ruang masyarakat
yang lebih luas, tidak hanya anak-anak, sehingga akan membuka ruang lain untuk
turut berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat.
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA
MANUSIA
Besarnya medan kerja dan kecilnya jumlah partisipasi aktif yang terlibat
tentu saja membuat pekerjaan menjadi berat dan jauh sekali dari jangkauan.
Proses membangun masyarakat merupakan pekerjaan yang sangat besar, dimana di
dalamnya terdapat banyak sekali proses-proses yang secara bertahap menuju pada
proses pembangunan masyarakat itu sendiri. Kegiatan yang dilakukan oleh Rumah
Belajar Proklamasi adalah salah satu
proses kecil dari sekian banyak proses yang ada dalam rangkaian proses
pembangunan masyarakat.
Keterlibatan berbagai lembaga/agen baik dari dalam (komunitas lingkungan
RB-P) maupun dari luar dalam kegiatan RB-P merupakan salah satu proses dalam
membangun partisipasi kolektif. Kerjasama dengan lembaga/agen dari dalam sifatnya
lebih mudah dikoordinasi dan dapat dijaga kesinambungannya. Kerjasama dengan
lembaga/agen dari luar memberi peluang promosi ke luar, namun sifatnya sulit
dijaga kesinambungannya karena dilakukan per proyek/kegiatan. Dihubungkan
dengan tujuan utama, yaitu membangun masyarakat, maka sangat diperlukan
upaya-upaya untuk menjaga agar sifat yang berkesinambungannya senantiasa ada.
Belajar dari proses yang telah kami lewati, kami memutuskan melakukan
refleksi lebih dalam dan mereview tahun-tahun yang telah kami lewati. Pada hari
Kamis, 21 Februari 2013 lalu kami melakukan musyawarah sehari di gedung Freedom
Institut. Hadir 9 orang. Hal ini sangat membahagiakan. Bila kami mengingat
sekitar 2 tahun lalu, musyawarah semacam ini hanya dihadiri oleh kami bertiga. Keadaan
ini merupakan suatu pencapaian. Bertambahnya anggota tim ini memungkinkan kami
bekerja di area yang lebih luas. Termasuk keterlibatan kami dalam membantu
komunitas lain seperti komunitas kampung nelayan Kali Adem.
Kami juga bahagia bahwa kapasitas organisasi kami meningkat. Hal ini
ditandai dengan terjalinnya kerjasama antara AIESEC UI dan Binus dalam program Warred, di mana kami diminta menjadi
penyelenggara; kerjasama dengan Freedom Institut yang telah memberi fasilitas
dan dukungan finansial yang memungkinkan kegiatan-kegiatan RB-P dilakukan dalam
skala yang lebih besar.
Di sisi lain kami melihat bahwa peningkatan jumlah partisipan ini jauh dari
cukup. Masih banyak ruang yang belum terjangkau.
alam musyawarah tersebut kami melihat
kembali visi dan misi, kekuatan, kelemahan, peluang, serta tantangan yang kami
miliki. Pada akhirnya kami sepakat bahwa visi kami “Mengabdi kepada umat manusia dalam upaya perbaikan dunia”
membutuhkan upaya kolektif. Oleh karena itu salah satu konsentrasi kami dalam 1
tahun ke depan (hingga 1 Mei 2014) adalah melipatgandakan sumber daya manusia,
khususnya yang berasal dari komunitas. Kami berharap setidaknya 30 anak muda
lain akan bergabung dan terlibat aktif. Kapasitas mereka akan dibangun melalui
serangkaian pembelajaran dan terlibat langsung dalam medan pengabdian di
komunitas. Pelipatgandaan sumber daya manusia ini akan diikuti oleh pelipatgandaan
kegiatan.
Proses ini akan dimulai dengan percakapan bermakna dengan siapapun yang
kami temui. Percakapan bermakna dimaksudkan untuk berbagi visi. Bahwa layaknya
kita bernafas untuk hidup, maka mengabdi bagi umat manusia adalah nafas bagi
manusia yang pada dasarnya diciptakan dari satu zat yang sama.
Terima kasih pada Tuhan Yang
Maha Pengasih atas segala rahmat-Nya yang terus mengalir tanpa melihat
kesalahan dan ketidaksempurnaan kami. Juga kepada semua pihak yang mendukung
kami: komunitas wilayah Proklamasi, Freedom Institut dan banyak pihak lainnya.
Semangat!!!
Rumah Belajar Proklamasi, Januari – Februari 2013


