Friday, March 15, 2013

Rumah Belajar Proklamas



PROGRAM WARRED KEEMPAT
Januari dan Februari 2013 kami isi dengan kegiatan yang bekerjasama dengan AIESEC UI dalam proyek WARRED (World Leader Contribution for Education). Program ini dibuka pada hari Minggu, 20 Januari 2013 dan ditutup pada hari Minggu, 24 Februari 2013. Terdapat 6 peserta exchange participant (EP) yang berasal dari 4 negara, yaitu Cina, Taiwan, Mesir, dan Hungaria.
Selama satu setengah bulan tersebut para EP di tempatkan di 6 titik area. Mereka mengajar Bahasa Inggris dan budaya untuk anak-anak tingkat SD. Kelas-kelas ini dilakukan pada hari Senin sampai Jumat, jam 15.00 – 17.00 WIB. Selain itu terdapat kegiatan kolektif (menggabungkan semua kelas dari 6 titik) seperti hari budaya dan kegiatan luar ruangan. Pada tanggal 24 Februari 2013 program tersebut ditutup dengan berbagi pengalaman selama proses belajar mengajar dan pemberian penghargaan.
Program WARRED kali ini merupakan kerjasama kami dengan AIESEC UI yang ke-4. Beberapa pembelajaran telah kami peroleh. Harapan kami kegiatan ini nantinya akan menjangkau ruang masyarakat yang lebih luas, tidak hanya anak-anak, sehingga akan membuka ruang lain untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat.


PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
Besarnya medan kerja dan kecilnya jumlah partisipasi aktif yang terlibat tentu saja membuat pekerjaan menjadi berat dan jauh sekali dari jangkauan. Proses membangun masyarakat merupakan pekerjaan yang sangat besar, dimana di dalamnya terdapat banyak sekali proses-proses yang secara bertahap menuju pada proses pembangunan masyarakat itu sendiri. Kegiatan yang dilakukan oleh Rumah Belajar  Proklamasi adalah salah satu proses kecil dari sekian banyak proses yang ada dalam rangkaian proses pembangunan masyarakat.
Keterlibatan berbagai lembaga/agen baik dari dalam (komunitas lingkungan RB-P) maupun dari luar dalam kegiatan RB-P merupakan salah satu proses dalam membangun partisipasi kolektif. Kerjasama dengan lembaga/agen dari dalam sifatnya lebih mudah dikoordinasi dan dapat dijaga kesinambungannya. Kerjasama dengan lembaga/agen dari luar memberi peluang promosi ke luar, namun sifatnya sulit dijaga kesinambungannya karena dilakukan per proyek/kegiatan. Dihubungkan dengan tujuan utama, yaitu membangun masyarakat, maka sangat diperlukan upaya-upaya untuk menjaga agar sifat yang berkesinambungannya senantiasa ada.
Belajar dari proses yang telah kami lewati, kami memutuskan melakukan refleksi lebih dalam dan mereview tahun-tahun yang telah kami lewati. Pada hari Kamis, 21 Februari 2013 lalu kami melakukan musyawarah sehari di gedung Freedom Institut. Hadir 9 orang. Hal ini sangat membahagiakan. Bila kami mengingat sekitar 2 tahun lalu, musyawarah semacam ini hanya dihadiri oleh kami bertiga. Keadaan ini merupakan suatu pencapaian. Bertambahnya anggota tim ini memungkinkan kami bekerja di area yang lebih luas. Termasuk keterlibatan kami dalam membantu komunitas lain seperti komunitas kampung nelayan Kali Adem.
Kami juga bahagia bahwa kapasitas organisasi kami meningkat. Hal ini ditandai dengan terjalinnya kerjasama antara AIESEC UI dan Binus dalam program Warred, di mana kami diminta menjadi penyelenggara; kerjasama dengan Freedom Institut yang telah memberi fasilitas dan dukungan finansial yang memungkinkan kegiatan-kegiatan RB-P dilakukan dalam skala yang lebih besar. 
Di sisi lain kami melihat bahwa peningkatan jumlah partisipan ini jauh dari cukup. Masih banyak ruang yang belum terjangkau.
alam musyawarah tersebut kami melihat kembali visi dan misi, kekuatan, kelemahan, peluang, serta tantangan yang kami miliki. Pada akhirnya kami sepakat bahwa visi kami “Mengabdi kepada umat manusia dalam upaya perbaikan dunia” membutuhkan upaya kolektif. Oleh karena itu salah satu konsentrasi kami dalam 1 tahun ke depan (hingga 1 Mei 2014) adalah melipatgandakan sumber daya manusia, khususnya yang berasal dari komunitas. Kami berharap setidaknya 30 anak muda lain akan bergabung dan terlibat aktif. Kapasitas mereka akan dibangun melalui serangkaian pembelajaran dan terlibat langsung dalam medan pengabdian di komunitas. Pelipatgandaan sumber daya manusia ini akan diikuti oleh pelipatgandaan kegiatan.


 Proses ini akan dimulai dengan percakapan bermakna dengan siapapun yang kami temui. Percakapan bermakna dimaksudkan untuk berbagi visi. Bahwa layaknya kita bernafas untuk hidup, maka mengabdi bagi umat manusia adalah nafas bagi manusia yang pada dasarnya diciptakan dari satu zat yang sama.
Terima kasih pada Tuhan Yang Maha Pengasih atas segala rahmat-Nya yang terus mengalir tanpa melihat kesalahan dan ketidaksempurnaan kami. Juga kepada semua pihak yang mendukung kami: komunitas wilayah Proklamasi, Freedom Institut dan banyak pihak lainnya.


Semangat!!!
Rumah Belajar Proklamasi, Januari Februari 2013